Kopi Karo Siap Seduh

Kopi Karo Siap Seduh

Kopi Karo Luwak Liar

Bunga Kopi Karo

Bunga Kopi Karo

Bunga Kopi Karo Jenis Arabica

Sortasi Buah Kopi Karo

Sortasi Buah Kopi Karo

Sortasi Buah Kopi Karo Sebelum Di Kupas

Buah Kopi Karo Siap Panen

Buah Kopi Karo Siap Panen

Buah Kopi Karo Siap Panen Dengan Kematangan yang Sempurna.

Sortasi Biji Kopi Karo

Sortasi Biji Kopi Karo

Sortasi Biji Kopi Karo Sebelum di Roasting

05 September 2022

Rosemary Black Coffe

Kopi Hitam Karo Rosemary
Rosemary Black Coffe

Menikmati secangkir kopi hitam dengan rosemary selain kenikmatan ngopinya juga dapat kesehatannya. Betapa tidak, rosemary sudah dikenal lama sebagai tanaman herbal. Selain aroma yang khas rosemary juga mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti biasa kopi yang digunakan adalah kopi karo.

Apa itu Rosemary?

Rosemary adalah tanaman herbal yang berasal dari pegunungan mediterania, yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Nama latin Rosemary adalah Rosmarinus officinalis yang banyak menyimpan nutrisi untuk kesehatan. Selama ini kita mengenal rosemary sebagai pelengkap bumbu kuliner dan aroma terapi. Rose mary dikenal memiliki zat sebagai efek dari anti virus, anti radang, anti oksidan dan anti radang.

Resep Rosemary Kopi Hitam 

Bagi anda penikmat kopi hitam sudah saatya mencoba resep yang satu ini. Selain dapat sensasi ngopinya anda juga dapat kesehatannya.
1. Rosemary 1 batang
2. 150  ml air panas 100 derajat
3. Bubuk kopi dark roast dengan size gilingan level fine sebanyak 15 gr
4. Saringan kain
5. Gula jika diperlukan

Cara Membuat :
Metode seduh yang digunakan adalah kopi saring khas karo
1. Letakkan Rosemary di dasar saringan 
2. Timpa dengan bubuk kopi
3. Seduh dengan air panas seperti biasa.
4. Bila perlu tambahkan gula sesuai selera.


Demikian resep kopi hitam dengan rosemary yang dapat anda coba.


4 Cara Seduh Kopi Karo

Cara Seduh Kopi KAro
Kopi Tubruk Khas Karo

 Ada beberapa cara seduh kopi yang biasa dilakukan oleh barista atau pemilik warung kopi karo tradisional. Umumnya yang dilakukan adalah metode manual brew. Berikut ada 4 cara seduh kopi karo yang dilakukan pemilik warung tradisional di tanah asalnya di Tanah Karo

1. Kopi Tubruk

Cara seduh yang pertama adalah Tubruk. Kopi Tubruk merupakan cara seduh tradisional  Indonesia. Kopi yang akan di seduh biasanya di roasting pada level Dark Roast kemudian digiling dengan size fine atau halus. Kopi dituang dalam cangkir sebanyak 15 gr. Diratakan kemudian disiram dengan panas sekitar 90 derajat. Tuang sedikit sampai air membasahi semua permukaan kopi. Diamkan selama 30 detik. Kemudian tuang air panas sampai ukuran 120 ml. Bisa juga ditambah dengan sedikit gula tergantung selera. Biasanya gula ditempatkan di wadah lain agar pelanggan bisa menyeduh gula sesuai dengan selera.

2. Kopi Rebus

Cara seduh ini sama dengan cara seduh kopi kotok, yaitu kopi dan gula diremus bersama. Namun bedanya kopi rebus khas karo ini menggunakan gula aren. Kopi biasanya di roasting darkroast atau super medium yang digiling dengan level coarse atau kasar. Perbandingannya adalah 20 gram gula merah, 12 gram kopi dan 150 ml air. Air direbus dengan kopi dan gula merah, hingga mendidih. Biarkan mendidih selama 3 menit. Kemudian air rebusan dituang kedalam cangkir menggunakan saringan.

3. Metode V60

Saat ini metode V60 sudah mulai merambah ke warung kopi tradisional, karena metode ini dianggap paling simple dan praktis. Kopi diroasting dengan level medium, dan digiling pada level medium atau fine. Kemudian diseduh dengan air dengan panas 90 derajat. Biasanya kopi dengan metode seduh V60 tidak menggunakan tambahan gula lagi.

4. Kopi Saring

Metode ini yang paling banyak digunakan. Kopi  diroasting dengan level dark, kemudian di giling dengan level medium. Bubuk kopi di letakkan dalam saringan sebanyak 20 gr kemudian disiram dengan air panas  90-100 derajat. Kopi dengan metode saring ini biasanya diberi tambahan gula atau susu.



30 Agustus 2022

Ciri Buah Kopi Karo Siap Panen



Ciri Buah Kopi Siap Panen
Biji Kopi Siap Panen
Untuk mendapatkan cita rasa kopi yang baik, harus diperhatikan beberapa ciri buah kopi siap panen. Ciri Buah  kopi yang siap panen adalah ketika tingkat kematangan buah sudah penuh yang ditandai dengan buah berwarna  yang merah menyala. Hal ini harus di perhatikan oleh petani, agar mutu dan cita rasa dapat terjaga. Nantinya setelah kopi di kupas kulit luarnya dilakukan fermentasi yang baik. Berikut akan kami sajikan karateristik dan cita rasa buah kopi berdasarkan tingkat kematangan buah.

Warna Merah Tua

Tingkat kematangan kopi juga bisa ditentukan dari kandungan senyawa gula pada daging kopi, yang mana kandungan gula akan lebih tinggi pada kopi matang demam tanda daging lunak dan iga memiliki lendir berasa manis.
Jika menemukan buah kopi dengan warna ini maka sebaiknya cepat – cepat dipetik, karam cita rasanya sudah mulai menurun dan berbau tanah. Bijinya akan berwarna hitam dan cokelat akibat kelebat matang.

Warna Merah Penuh

Buah yang paling baik untuk dipetik adalah berwarna merah penuh, karena buah ini sudah memiliki tingkat kematangan yang sempurna. Cita rasa yang kuat akan dihasilkan dari buah kopi jenis ini.

Warna Hijau Kekuningan

Buah Kopi dengan warna seperti ini tidak disarankan dipetik. Buah kopi seperti ini memiliki aroma dan postur yang sangat lemah. Nantinya ciri buah seperti ini ditandai dengan warna yang pucat keputihan dan keriput. Buah ini sebenarnya masih mentah

Warna Kuning Kemerahan

Buah Kopi dengan warna seperti ini sebenarnya sudah mulai matang. Biji-bijinya ditandai dengan warna ke abuan. Karena buah ini sudah mulai matang, maka aroma dan postur yang dihasilkan akan terasa mantap. Buah kopi dengan ciri seperti ini sudah boleh di petik.

Petani Budi Daya Kopi Karo haruslah mengetahui ciri ciri buah kopi yang akan di panen agar terjaga mutu dan kualitas bubuk kopi yang dihasilkan.

27 Agustus 2022

Proses Fermentasi Biji Kopi

Proses Fermentasi Biji Kopi
Fermentasi Biji Kopi Karo

Proses Fermentasi Biji Kopi
merupakan tahapan penting dalam pengolahan pasca panen. Cita rasa dan aroma kopi yang baik di dapat dari penanganan proses fermentasi yang tepat. Ada beberapa proses dalam fermentasi yang mempengaruhi agar didapat cita rasa yang baik, seperti penentuan suhu, durasi, mikroba, dan kebersihan alat yang digunakan. Tujuan utama fermentasi adalah menghilangkan  mucilage atau  lapisan lendir yang melekat pada kulit tanduk biji kopi. Secara umum proses fermentasi dibedakan menjadi dua  yakni proses basah dan kering. Proses basah dilakukan dengan cara merendam biji kopi yang telah di kupas kulit luarnya selama 24-48 jam. Akan lebih baik jika proses perendaman tersebut dilakukan dalam wadah tertutup. Sementara proses fermentasi kering tanpa melakukan perendaman. Biji kopi cukup di letakkan saja dalam tempat teduh dan lembab. Proses fermentasi kering ini membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari.

Proses Kimiawi Dalam Fermentasi Biji Kopi

a. Pemecahan Lendir atau Mucilage

Sebagian besar, lendir (mucilage) akan jatuh pada saat pengupasan kulit luar biji kopi. Namun sebagiannya masih tertinggal dan melekat pada kulit tanduk. Pada lapisan lendir ada komponen getah yang disebut dengan protopektin, dan enzim sejenis katalase. Proses fermentasi biji kopi akan mengaktifkan enzim katalase, yang nantinya akan memecah getah  protopektin.

b. Pemecahan Gula

Sukrosa merupakan komponen penting dalam daging buah kopi. Kadar gula akan meningkat dengan cepat selama proses pematangan buah yang dapat dikenal dengan adanya rasa manis. Gula adalah senyawa yang larut dalam air, oleh karena itu dengan adanya proses pencucian lebih dari 15 menit akan banyak menyebabkan terjadinya banyak kehilangan konsentrasinya. Proses ini terjadi sewaktu perendaman dalam bak pengumpul dan pemisahan buah. Oleh karena itu kadar gula dalam daging biji akan mempengaruhi konsentrasi gula di dalam getah beberapa jam setelah fermentasi. Sebagai hasil proses pemecahan gula adalah asam laktat dan asam asetat dengan kadar asam laktat yang lebih besar. Asam- asam lain yang dihasilkan dari proses fermentasi ini adalah etanol, asam butirat dan propionat.

c. Perubahan Warna

Proses fermentasi sangat membutuhkan air agar nantinya tidak menyebabkan perubahan warnah pada kulit tanduk Biji kopi yang telah dipisahkan dari kulit tanduk menyebabkan perubahan warna kecoklatan (browning) pada kulit ari dan daging biji kopi perubahan warna ini tentunya kurang menarik. Proses perubahan warna ini dapat dicegah dengan menggunakan air pencucian yang bersifat alkalis   .

26 Agustus 2022

Budi Daya Kopi Karo

Budi Daya Kopi Karo
Wakil Bupati Karo Panen Kopi 

Budi daya kopi sudah lama di lakukan masyarakat Karo, dengan Brand kopi karo. Budi daya kopi karo berjenis Arabika, Dilansir dari Karokab.go.id  wilayah Kabupaten Karo berada di  ketinggian 200-1500 m diatas permukaan laut, curah hujan 17-348 mm, iklim  suhu udara berkisar antara 15,6ºC sampai dengan 23,0ºC dengan kelembaban udara rata-rata setinggi 89,12 persen pertahun. Secara umum, tanaman kopi  dapat tumbuh subur pada ketinggian 500 - 2000 m dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 21-24,0ºC dan menghendaki curah hujan 2000 - 3000 mm, dan menginginkan struktur tanah yang baik dengan kandungan bahan organik 3% serta Ph 5,5 - 6,5.  

Jenis Luas Lahan dan Produksi Kopi Karo

Sejak pra kolonial masyarakat Karo sudah mengenal kopi, yang mereka sebut dengan nama Kahowa. Secara etimologi kopi berasal dari bahasa arab yakni qahwah. Istilah ini kemudian diserap oleh Melayu menjadi Kawa  yang kemudian diserap oleh Karo menjadi  kahowa. Kahowa adalah jenis Arabica. Sejak era kolonial, kopi yang dibudidayakan adalah kopi berjenis Robusta yang diperkenalkan Belanda. 

Roasting Kopi Karo
Kopi Karo Setelah Roasting
Ini dilakukan karena era tersebut kopi di Sumatera Timur terkena penyakit karat daun. Saat ini jenis kopi yang banyak di budidayakan di Kabupaten Karo adalah jenis Arabica. Walaupun sebenarnya kopi robusta juga masih ada di budidayakan petani. Hampir disetiap kecamatan di Kabupaten Karo merupakan penghasil kopi. Walau demikian penghasil kopi karo terbesar adalah Kecamatan Merek dengan luas lahan 1500 ha. Data yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Karo, saat ini tercatat 5045 ha lahan Kopi Karo, dengan jumlah produksi per tahun10.837,85 ton .

Proses Pasca Panen

Kopi Karo secara umum menggunakan metode pasca panen semi basah. Ciri-ciri buah buah kopi siap panen adalah merah sempurna. Setelah di panen, masyarakat disana biasanya memilah kopi yang berkualitas bagus dan buruk dengan cara  merendamnya beberapa saat di dalam air. Setelahnya barulah di lakukan pengupasan kulit luar. Kemudian kopi yang sudah dikupas kulit luarnya di fementasi /direndam selama satu atau dua malam. Esoknya barulah kopi di bilas dan di jemur kurang lebih sekitar 2 jam, itulah yang kemudian dijual ke pengepul atau agen.

Sangrai 

Walau daerah penghasil kopi, masyarakat disana jarang atau hampir tidak mengenal yang namanya sangrai atau roasting. Kopi yang di konsumsi masyarakat bukanlah kopi yang mereka hasilkan. Kebanyakan kopi yang di konsumsi di warung warung kopi tradisional adalah kopi berjenis Robusta dari Sidikalang, yang dibeli di pasar.
Belakangan setelah banyak berdiri warung-warung kopi premium barulah masyarakat sudah ada yang mulai mengkonsumsi kopi lokal.